photo-editor adalah aplikasi Android untuk mengedit foto dengan kemampuan pengeditan yang setara dengan Adobe Photoshop versi mobile. Aplikasi ini ditujukan bagi pengguna Android yang ingin melakukan pengeditan foto secara serius langsung dari perangkat genggam mereka — membuka atau mengimpor foto, menerapkan penyesuaian dan alat editing, melihat pratinjau hasil, lalu menyimpan atau mengekspor gambar yang sudah diedit ke perangkat.
Produk ini mengusung tema antarmuka berwarna putih, menyerupai aplikasi Adobe Photoshop Android: permukaan terang, presisi, padat alat, dan terasa seperti alat kreatif profesional — bukan aplikasi gaya hidup. Pengguna adalah seorang maker yang memegang kendali kreatif penuh atas hasil akhirnya.
Audiens utama adalah Photo Editor Pengguna — satu-satunya persona aktif manusia dalam lingkup produk saat ini.
photo-editor adalah aplikasi Android yang menyediakan ruang kerja pengeditan foto bergaya Photoshop mobile. Alur kerja inti berjalan sepenuhnya di perangkat:
Aktor:
Kepemilikan perilaku: Seluruh interaksi manusia berjalan pada dua halaman milik aplikasi — Landing dan Editor. Tidak ada backend, akun, atau layanan pihak ketiga yang menjadi pemilik perilaku produk saat ini.
Pengecualian sempit: Tidak ada akun pengguna, sinkronisasi cloud, kolaborasi, atau berbagi sosial dalam lingkup saat ini. Aplikasi tidak menyediakan mode gelap sebagai permukaan dominan — putih adalah latar dominan sesuai permintaan eksplisit.
Pengiriman saat ini: Aplikasi Android native yang berjalan di perangkat pengguna. Seluruh pemrosesan pengeditan terjadi di perangkat. Foto diambil dari penyimpanan lokal melalui pemilih media sistem Android, dan hasil edit disimpan kembali ke penyimpanan lokal perangkat.
Kepemilikan akses: Kedua halaman (Landing dan Editor) dapat diakses tanpa identitas — tidak ada login, pendaftaran, atau akun. Ini adalah keputusan yang disengaja: pengeditan foto adalah pekerjaan lokal yang tidak memerlukan kontinuitas identitas lintas perangkat, tidak menciptakan komitmen atau transfer nilai yang harus terikat pada peserta tertentu, dan tidak menyimpan keadaan yang perlu dilanjutkan oleh pengguna tertentu. Karena tidak ada identitas aplikasi yang diperlukan, tidak ada pula kemampuan manajemen akun yang ditambahkan.
Batas saat ini vs. masa depan: Lingkup saat ini mencakup pengeditan foto lokal lengkap dengan tema putih. Kemampuan yang memerlukan infrastruktur server, akun, atau sinkronisasi berada di luar lingkup saat ini dan tidak diimplementasikan.
Tidak ada direktif referensi dengan uses: content_source dalam lingkup ini. Referensi Adobe Photoshop Android dideklarasikan sebagai feature_reference dan visual_inspiration dengan otoritas inspiration_only, sehingga tidak memasok fakta, nama, atau konten produk yang harus diinventarisasi. Bagian ini sengaja dikosongkan.
Halaman awal anonim yang menjelaskan aplikasi editor foto Android, kemampuan pengeditan bergaya Photoshop mobile, dan tema antarmuka putih sebelum pengguna memasuki ruang kerja.
Informasi dan keadaan:
Aksi utama:
Aksi pendukung:
Entitas domain:
Tanggung jawab komponen:
Keadaan:
Ruang kerja kohesif untuk membuka atau mengimpor foto, menerapkan penyesuaian dan alat editing, melihat pratinjau, serta menyimpan atau mengekspor hasil ke perangkat.
Informasi dan keadaan:
exposure +0.4 / contrast +18 / curve: S / mask: subject).Aksi utama:
Aksi pendukung:
Entitas domain:
Tanggung jawab komponen:
Keadaan:
FR-01 — Membuka aplikasi dan melihat halaman awal As a Photo Editor Pengguna, I should dapat membuka aplikasi dan melihat halaman Landing yang menjelaskan kemampuan editor foto Android bergaya Photoshop mobile dan tema putihnya, sehingga saya memahami apa yang dapat dilakukan aplikasi sebelum mulai mengedit.
FR-02 — Membandingkan before/after pada foto hero As a Photo Editor Pengguna, I should dapat menyeret pembatas before/after pada foto hero di halaman Landing untuk melihat perbedaan antara foto asli dan foto hasil edit, sehingga saya memahami janji produk secara langsung.
FR-03 — Masuk ke ruang kerja Editor As a Photo Editor Pengguna, I should dapat menekan tombol "Buka Editor" untuk masuk ke ruang kerja pengeditan, sehingga saya dapat mulai mengerjakan foto.
FR-04 — Membuka atau mengimpor foto dari perangkat As a Photo Editor Pengguna, I should dapat membuka atau mengimpor foto yang dipilih dari perangkat Android ke dalam Editor, sehingga saya dapat mulai mengedit foto tersebut.
FR-05 — Menerapkan penyesuaian pada foto As a Photo Editor Pengguna, I should dapat menerapkan penyesuaian (exposure, contrast, curve, dan kontrol numerik lainnya) pada foto di kanvas, sehingga saya dapat mengubah tampilan foto sesuai keinginan saya.
FR-06 — Menerapkan alat editing (layer, seleksi, retouch) As a Photo Editor Pengguna, I should dapat menerapkan alat editing seperti layer, seleksi, dan retouch pada foto, sehingga saya dapat melakukan pengeditan tingkat lanjut bergaya Photoshop mobile.
FR-07 — Melihat pratinjau hasil edit As a Photo Editor Pengguna, I should dapat melihat pratinjau hasil edit secara langsung pada kanvas, sehingga saya dapat menilai hasil sebelum menyimpan.
FR-08 — Membatalkan atau mengulang langkah edit (undo/redo) As a Photo Editor Pengguna, I should dapat membatalkan atau mengulang langkah edit terakhir melalui kontrol undo/redo di top bar, sehingga saya dapat mengoreksi kesalahan tanpa kehilangan pekerjaan lain.
FR-09 — Menyimpan atau mengekspor hasil edit ke perangkat As a Photo Editor Pengguna, I should dapat menyimpan atau mengekspor gambar yang sudah diedit ke penyimpanan lokal perangkat Android, sehingga hasil kerja saya tersimpan dan dapat digunakan di luar aplikasi.
FR-10 — Tema antarmuka putih menyerupai Adobe Photoshop Android As a Photo Editor Pengguna, I should melihat antarmuka dengan tema putih yang menyerupai aplikasi Adobe Photoshop Android di seluruh halaman, sehingga pengalaman menggunakan aplikasi terasa seperti alat kreatif profesional.
Konteks produk: Photo Editor Pengguna adalah seseorang yang ingin mengedit foto di perangkat Android dengan kemampuan yang setara dengan Photoshop versi mobile. Mereka memegang perangkat Android sebagai kanvas utama dan mengharapkan alat yang presisi, padat, dan profesional — bukan aplikasi gaya hidup yang menyederhanakan segalanya. Mereka menghargai antarmuka putih yang bersih dan terang, menyerupai Adobe Photoshop Android, karena permukaan terang membuat foto dan nilai numerik lebih mudah dibaca saat mengedit.
Tujuan utama: Menghasilkan foto yang sudah diedit dengan kualitas yang dapat mereka banggakan, lalu menyimpannya ke perangkat mereka — semuanya dilakukan langsung dari ponsel Android tanpa perlu komputer.
Tanggung jawab yang diterima:
Input dan keputusan:
Interaksi dengan peserta lain: Photo Editor Pengguna adalah satu-satunya peserta manusia aktif. Mereka berinteraksi dengan:
Tidak ada peserta manusia lain, akun, atau layanan pihak ketiga yang terlibat.
Keberhasilan yang dapat diamati: Foto hasil editan tersimpan di perangkat, dengan tampilan antarmuka putih bergaya Adobe Photoshop Android yang konsisten di seluruh alur kerja. Pengguna dapat membuka kembali hasil edit mereka dari penyimpanan perangkat.
Apa yang membuat peran ini berbeda: Photo Editor Pengguna adalah seorang maker yang memegang kendali kreatif penuh — bukan konsumen pasif yang menerapkan filter satu ketukan. Pekerjaan mereka bersifat iteratif dan presisi: mereka menyesuaikan nilai numerik, menumpuk layer, membuat seleksi, dan menilai hasil secara langsung pada kanvas. Mereka mengharapkan kepadatan alat dan akurasi kontrol yang setara dengan Photoshop mobile, disajikan pada permukaan putih yang terang dan profesional.
Kegagalan dan pemulihan: Jika gambar hero gagal dimuat, panel ink tetap menampilkan latar #16181D dengan blok caption monospace tetap terbaca, dan CTA "Buka Editor" tetap berfungsi. Pengguna dapat langsung masuk ke Editor.
exposure +0.4 / contrast +18 / curve: S / mask: subject.Kegagalan dan pemulihan: Jika foto gagal dimuat, kanvas menampilkan pesan kesalahan dengan opsi mencoba lagi atau memilih foto lain. Pengguna dapat memilih foto lain tanpa kehilangan pekerjaan yang sudah ada.
Kegagalan dan pemulihan: Jika penyimpanan/ekspor gagal, pesan kesalahan ditampilkan dengan opsi mencoba lagi. Tumpukan edit tetap utuh sehingga pengguna dapat mencoba ulang tanpa kehilangan pekerjaan.
Muse: Adham Dannaway — dual-nature craft: citra sebelum dan citra sesudah, terbelah di tengah. Bahasa komposisi dua-halves, pasangan ink-and-mono, dan presisi 8-pt dipetakan langsung ke editor foto, yang secara harfiah adalah mesin before/after: asli versus hasil edit, tumpukan layer versus kanvas, panel alat versus gambar.
Headline direction: "Dua halves dalam dialog — satu foto, dua kebenaran."
| Peran | Hex | Penggunaan |
|---|---|---|
| Background | #FFFFFF | Latar dominan — sesuai permintaan eksplisit tema putih |
| Surface | #F4F5F7 | Strip alat dan permukaan kartu, satu langkah dari putih agar panel terbaca tanpa border |
| Text | #16181D | Teks utama, panel split, top bar, kontrol primer |
| Primary | #16181D | Tombol dan kontrol primer (ink) |
| Accent | #E8452C | Keadaan alat aktif, handle pembatas split, CTA ekspor, marquee seleksi — digunakan hemat |
| Muted | #6B7280 | Label sekunder dan metadata |
| Divider | #E5E7EB | Garis rambut 1px |
Larangan warna: Tidak ada biru atau indigo dalam peran primer maupun aksen. Aksen hanya hangat #E8452C.
Geometri presisi 8-pt dengan hampir tanpa pembulatan pada elemen struktural: radius 2px pada panel dan tombol, garis rambut 1px #E5E7EB, bingkai gambar bersudut tajam. Satu-satunya bentuk lembut adalah glyph alat bulat di tool strip bawah dan handle pembatas berbentuk pill. Sisipan kode/data menggunakan persegi panjang gelap dengan radius 2px — sengaja machine-like terhadap putih.
Semuanya duduk pada grid 8-pt. Angka dan label rata kiri dalam baris bergaris. Nilai numerik rata kanan terhadap garis rambut.
Antarmuka adalah imagery-nya. Subjek hero adalah satu foto nyata yang ditampilkan separuh dalam warna asli dan separuh dalam hasil edit bergrade, dengan pembatas ink tipis dan blok metadata monospace kecil (ISO, focal length, tumpukan edit) di bawahnya. Visual pendukung bersifat skematik: diagram tumpukan layer, line art histogram, thumbnail mask, dan panel gelap bergaya kode yang mencantumkan tumpukan penyesuaian saat ini sebagai teks. Tidak ada stok orang, tidak ada gradient blob, tidak ada prop 3D.
Konsep: The Split Canvas — halaman Landing dibangun sebagai komposisi 50/50 yang tidak mungkin disalahartikan sebagai SaaS.
Komposisi hero (desktop):
#FFFFFF. Headline Archivo 40px→92px diset dalam tiga baris ragged-right yang menempati bagian kiri bawah. Subteks satu baris Inter Tight 16px. CTA pill ink #16181D bertuliskan "Buka Editor" dengan aksen #E8452C hanya pada glyph panah kecil.#16181D penuh dengan satu foto full-bleed, terbelah vertikal oleh pembatas aksen 2px dengan handle bulat di titik tengahnya. Sisi kiri gambar desaturasi dan datar; sisi kanan bergrade dengan kontras kaya — janji produk terbaca dalam satu pandangan.Komposisi hero (375px): split menjadi komposisi bertumpuk — blok tipe putih di atas, blok gambar ink di bawah, pembatas berjalan horizontal dengan handle di tengah. Pembatas tetap dapat diseret di semua viewport.
Signature moves yang diimplementasikan:
exposure +0.4 / contrast +18 / curve: S / mask: subject), duduk sebagai sisipan ink di dalam UI putih, menggemakan dua halves desainer/developer.#E8452C pada glyph-nya dan garis bawah aksen 2px — tanpa fill, tanpa bayangan, tanpa pill.#16181D saat bagian editor masuk viewport, lalu kembali ke putih — dua halves komposisi bertukar tempat.Yang dihindari: biru atau indigo primer/aksen dalam bentuk apa pun; gradient-blob hero, mesh gradient, atau panel frosted glass; grid kartu hover-lift identik untuk daftar fitur; chrome kartu radius 16px+, pill button di mana-mana, atau drop shadow lembut sebagai kedalaman; Inter, Roboto, Poppins, atau system-ui sebagai family heading atau body; permukaan dark-mode-first — putih adalah ground dominan sesuai permintaan eksplisit; objek 3D dekoratif, partikel, atau latar particle-field; fotografi stok orang — satu-satunya foto adalah gambar yang diedit itu sendiri.
Interaction Model: Animated Motion Tempo: restrained Hero Dimensionality: layered_2d
Focal subject: Satu foto nyata yang ditampilkan separuh dalam warna asli (desaturasi, datar) dan separuh dalam hasil edit bergrade (kontras kaya), terbelah oleh pembatas aksen 2px dengan handle bulat di titik tengahnya, duduk pada panel ink #16181D.
Input → transformation → outcome thesis: Seretan pengguna pada pembatas (input) menggeser batas antara dua halves foto dengan follow 1:1 terhadap kursor/sentuh dan settle 120ms saat dilepas (transformation), sehingga pengguna melihat perbandingan langsung antara foto asli dan foto hasil edit dalam satu pandangan (outcome) — janji produk terbaca tanpa perlu teks tambahan.
Motion vocabulary:
Composed first frame: Pada pemuatan, split duduk di posisi tengah 50/50. Separuh kiri putih dengan headline Archivo tiga baris ragged-right di kiri bawah, subteks Inter Tight 16px, dan CTA pill ink dengan glyph panah aksen. Separuh kanan panel ink dengan foto terbelah — sisi kiri desaturasi, sisi kanan bergrade — dan blok caption monospace dipin di kanan bawah. Pembatas aksen 2px dengan handle bulat berada tepat di tengah, diam dan siap diseret.
Reduced-motion state: Dengan prefers-reduced-motion, pembatas tetap dapat diseret (interaksi inti dipertahankan) tetapi settle 120ms dan parallax 6–10px dinonaktifkan — pembatas bergerak langsung mengikuti input tanpa animasi lanjutan. Foto hero tetap tampil dalam komposisi split statis yang dapat digunakan; tidak ada konten yang tersembunyi atau tidak dapat diakses.
NFR-01 — Platform Android Aplikasi ditujukan untuk platform Android. Seluruh perilaku produk berjalan pada perangkat Android.
NFR-02 — Tema antarmuka putih
Tema antarmuka harus berwarna putih, menyerupai aplikasi Adobe Photoshop Android. Latar dominan #FFFFFF; tidak ada permukaan dark-mode-first.
NFR-03 — Akses ke media perangkat Aplikasi harus dapat mengakses foto atau media yang dipilih dari perangkat Android melalui pemilih media sistem.
NFR-04 — Penyimpanan lokal perangkat Aplikasi harus dapat menyimpan atau mengekspor hasil edit ke penyimpanan lokal perangkat Android.
NFR-05 — Keterbacaan teks dan kontrol di semua viewport
Headline, wordmark, label, angka, teks kartu, dan kontrol harus tetap utuh di dalam viewport dan kontainernya pada 375px, 768px, dan 1280px — membungkus atau menskalakan (misalnya font-size: clamp(...) dengan ukuran mobile-nya) agar muat. Tidak ada elemen lain yang menutupi bagian mana pun dari teks atau kontrol yang dapat dibaca.
NFR-06 — Dukungan reduced-motion
Dengan prefers-reduced-motion, aplikasi harus menyediakan pengaturan statis yang dapat digunakan: pembatas before/after tetap dapat diseret tanpa animasi settle dan parallax, dan setiap item tetap dapat dibawa sepenuhnya ke dalam tampilan.
NFR-07 — Tidak ada biru atau indigo
Tidak ada biru atau indigo dalam peran primer maupun aksen. Aksen hanya hangat #E8452C.
Platform: Aplikasi Android native.
Bahasa dan framework: Tidak ditentukan secara eksplisit oleh pengguna. [Default — not specified by user] Implementasi Android native menggunakan Kotlin dengan Jetpack Compose untuk UI deklaratif, sesuai dengan kebutuhan antarmuka padat alat dan pembaruan kanvas live.
Penyimpanan: Penyimpanan lokal perangkat Android untuk membaca foto yang dipilih dan menyimpan/mengekspor hasil edit. [Default — not specified by user] Tidak ada backend atau basis data server — seluruh pemrosesan dan penyimpanan bersifat lokal di perangkat.
Pemrosesan gambar: [Default — not specified by user] Pustaka pemrosesan gambar di perangkat untuk menerapkan penyesuaian, layer, seleksi, dan retouch pada kanvas.
Tipografi: Archivo (headings), Inter Tight (body), JetBrains Mono (numeric readouts) — sesuai arah kreatif.
Catatan arsitektur: Karena tidak ada backend, akun, atau layanan pihak ketiga yang menjadi pemilik perilaku produk, tidak ada docker-compose.yml, kontainer, atau layanan server yang diperlukan untuk lingkup saat ini. Seluruh perilaku berjalan di dalam aplikasi Android.
Asumsi:
Akses media melalui pemilih sistem — Aplikasi mengakses foto perangkat melalui pemilih media sistem Android, bukan melalui izin penyimpanan penuh. Ini adalah mekanisme standar Android untuk memilih media dan tidak menambahkan kemampuan produk. [Assumption — required_inference]
Penyimpanan lokal sebagai tujuan ekspor — Hasil edit disimpan ke penyimpanan lokal perangkat. Tidak ada sinkronisasi cloud atau berbagi eksternal dalam lingkup saat ini. [Assumption — required_inference]
Satu foto per sesi edit — Editor bekerja pada satu foto pada satu waktu, sesuai dengan model kerja Photoshop mobile. [Assumption — required_inference]
Tidak ada identitas aplikasi — Karena pengeditan foto adalah pekerjaan lokal yang tidak memerlukan kontinuitas identitas lintas perangkat dan tidak menciptakan komitmen atau transfer nilai yang harus terikat pada peserta tertentu, tidak ada akun atau login. [Assumption — required_inference]
Batasan:
Platform Android — Aplikasi ditujukan untuk platform Android. (explicit)
Tema putih — Tema antarmuka harus berwarna putih, menyerupai aplikasi Adobe Photoshop Android. (explicit)
Tidak ada biru atau indigo — Aksen hanya hangat #E8452C; template SaaS indigo/blue-on-white dilarang. (explicit, creative direction)
Tidak ada permukaan dark-mode-first — Putih adalah ground dominan. (explicit, creative direction)
Tidak ada fotografi stok orang — Satu-satunya foto adalah gambar yang diedit itu sendiri. (explicit, creative direction)
Tidak ada objek 3D dekoratif atau partikel — Hero dimensionality adalah layered_2d, bukan WebGL. (explicit, creative direction)
Referensi Adobe Photoshop Android bersifat inspiration_only — Referensi ini memasok dimensi gaya visual dan kemampuan editing saja; tidak memasok nama produk, copy, fakta, atau kemampuan yang harus disalin. (explicit, reference directive)
Photo Editor Pengguna — Persona aktif manusia tunggal dalam produk; pengguna Android yang mengedit foto dengan kemampuan bergaya Photoshop mobile.
Editor — Halaman ruang kerja kohesif untuk membuka/mengimpor foto, menerapkan penyesuaian dan alat editing, melihat pratinjau, serta menyimpan/mengekspor hasil.
Landing — Halaman awal anonim yang menjelaskan aplikasi editor foto Android, kemampuan pengeditan bergaya Photoshop mobile, dan tema antarmuka putih sebelum pengguna memasuki ruang kerja.
Adjustment stack — Daftar penyesuaian dan alat yang diterapkan pada foto, ditampilkan sebagai teks bergaya kode pada panel ink radius 2px.
Before/after split — Komposisi hero di mana satu foto terbelah oleh pembatas aksen 2px dengan handle bulat, menunjukkan sisi asli (desaturasi) dan sisi hasil edit (kontras kaya).
Tool rail — Deretan sel ikon persegi yang dipisahkan garis 1px, tanpa chrome membulat; alat aktif ditandai aksen #E8452C pada glyph dan garis bawah 2px.
Ruled label/value rows — Baris kontrol numerik dengan label rata kiri dan nilai dalam JetBrains Mono tabular figures rata kanan terhadap garis rambut.
Ink panel — Permukaan gelap #16181D yang membawa panel split, top bar, kontrol primer, dan sisipan kode/data.
Pemilih media sistem Android — Permukaan sistem Android yang menyediakan akses ke foto perangkat; aktor non-persona.
Penyimpanan lokal perangkat — Penyimpanan pada perangkat Android yang menjadi sumber foto dan tujuan penyimpanan/ekspor hasil edit; aktor non-persona.
No completed page designs yet.
Completed design pages will appear here when they are ready to preview.
No completed page designs yet.
Completed design pages will appear here when they are ready to preview.
No comments yet. Be the first!